China Bikin Robot yang Bisa Hamil dan Lahirkan Bayi, Harga Rp 226 Juta

Robot Kehamilan China Bisa Hamil dan Melahirkan Sendiri

Robot kehamilan China, juga dikenal sebagai robot hamil, dikembangkan dengan rahim buatan di perutnya. Proyek ini diklaim mampu mengandung dan melahirkan bayi manusia. Teknologi ini bertujuan membantu pasangan yang menghadapi infertilitas.

Apa Itu Robot Kehamilan China dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Kaiwa Technology, yang berbasis di Guangzhou dan dipimpin oleh Dr. Zhang Qifeng, sedang mengerjakan robot humanoid dengan rahim buatan. Robot ini dapat menerima nutrisi melalui selang yang berfungsi seperti tali pusar selama kehamilan sekitar 10 bulan, lalu melahirkan bayi manusia secara mandiri. Teknologi rahim buatan ini sudah dikembangkan dan siap diintegrasikan ke dalam robot demi menciptakan proses kehamilan seperti di tubuh manusia.

Kapan Robot Kehamilan China Diluncurkan dan Siapa Pengembangnya?

Biaya sewa robot kehamilan hanya sekitar 100.000 yuan atau sekitar Rp 225–226 juta. Angka ini jauh lebih terjangkau jika dibandingkan biaya ibu pengganti di AS, yang berkisar antara USD 100.000–200.000 (sekitar Rp 1,6–3,2 miliar) . Dengan harga ini, robot kehamilan ditujukan jadi solusi alternatif yang lebih ekonomis bagi pengidap infertilitas.

Teknologi Rahim Buatan di Robot Hamil China: Apa yang Kita Tahu

Prototipe robot kehamilan tersebut dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2026. Pengumuman ini disampaikan di World Robot Conference 2025 di Beijing oleh Dr. Zhang Qifeng Meskipun terobosan ini tengah diuji, beberapa komponen seperti mekanisme pembuahan dan persalinan masih belum terungkap secara rinci.

Etika dan Kontroversi Robot Kehamilan China: Ancaman atau Harapan?

Tim pengembang belum menjelaskan secara detail tentang bagaimana pembuahan akan dilakukan, cara penanaman embrio ke rahim buatan, serta mekanisme persalinan oleh robot. Berbagai pertanyaan teknis masih terbuka, dari fertilisasi hingga interaksi janin dengan sistem tubuh robot.

Masa Depan Reproduksi: Robot Kehamilan Sebagai Solusi Infertilitas

Teknologi ini memicu perdebatan etis dan hukum serius. Banyak ahli dan masyarakat mempertanyakan apakah robot bisa menghapus makna kehamilan, ikatan ibu-anak, serta kesejahteraan emosional bayi. Di sisi lain, teknologi ini dianggap sebagai harapan baru karena bisa memudahkan akses reproduksi. Zhang dan timnya sudah membicarakan regulasi dengan pihak berwenang di Provinsi Guangdong serta mengajukan proposal kebijakan terkait .

Potensi Dampak: Solusi Infertilitas dan Masa Depan Bio-Reproduksi

Robot kehamilan berpotensi menjadi solusi bagi pasangan infertil dan mengatasi tren penurunan angka kelahiran di China. Menurut laporan, infertilitas di China meningkat dari 11,9% (2007) menjadi 18% (2020). Jika berhasil, teknologi ini bisa memicu transformasi global dalam bidang reproduksi, bioteknologi, dan medis.

Robot kehamilan buatan China adalah inovasi futuristik yang memadukan teknologi robotik dan bioteknologi reproduksi. Dengan biaya sekitar Rp 226 juta, teknologi ini menawarkan alternatif kehamilan bagi pasangan infertil dengan potensi membawa revolusi reproduksi berbasis mesin. Namun, banyak aspek teknis, etika, dan regulasi yang masih perlu dipecahkan sebelum bisa diterapkan secara luas.